Indehoi Seusai Salat Terawih, Pasangan Selingkuh Ini Dicambuk 7 Kali

Pasangan selingkuh yang digerebek warga sedang indehoi di sebuah rumah sewa seusai salat terawih, beberapa hari lalu, dihukum cambuk sebanyak 7 kali di depan Masjid Raya Blangkejeren, Rabu (14/6/2017) sekitar pukul 13.40 WIB. Pasangan tersebut diketahui sudah 10 kali melakukan hubungan suami-istri di sejumlah tempat berbeda.


Pasangan yang dicambuk itu masing-masing Mul, warga Sumatera Barat yang tinggal di Desa Durin dan bekerja di perusahaan PLTA Desa Lesten, dan SS, warga Penampaan, Blangkejeren. Mul masih memiliki istri yang sah di Padang, dan pasangan selingkuhannya, SS memiliki dua orang anak. Ironisnya kedua anaknya diantar ke Rumah Tahanan tempat suamiya yang dipenjara untuk diurus oleh suaminya.

Dilansir dari laman TeropongAceh.com, Kamis (15/6/2017), masyarakat desa Durin menggerebek pasangan yang sedang selingkuh itu seusai warga melaksanakan shalat terawih. Keduanya kemudian diserahkan ke Satpol PP dan WH Gayo Lues untuk proses lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, pasangan selingkuh itu mengaku baru satu kali berhubungan badan sebelum ditangkap, dan totalnya 10 kali melakukan asmara gelap di tempat yang berbeda-beda.

Pelaku khalwat atau mesum seharusnya dihukum cambuk sebanyak delapan kali, namun karena dikurangi masa penahananya, hukuman cambuk yang diterima pelaku hanya tujuh kali.

"Kami dari Kejaksaan hanya melakukan eksekusi saja, kalau masalah tempat dan yang mengeksekusi, itu dari Pemerintah Daerah," kata Alamsyah Budin SH Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gayo Lues seperti dilansir Teropongaceh.com, Kamis (15/6/2017).

Prosesi eksekusi cambuk tersebut menarik perhatian ratusan warga yang melihat langsung pelaku dari dekat. Mereka berteriak agar ayunan rotan dikeraskan oleh Algojo ke pundak Mul, sehingga ada efek jera bukan saja pada rasa malu melainkan ada dari rasa sakit juga.

Setelah Mul menerima hukuman cambuk tujuh kali di depan umum, saat hendak turun dari pentas jalannya terlihat oleng dan hendak jatuh, namun ditahan oleh petugas Satpol PP dan Polisi hingga membawa masuk kedalam mobil ambulance, "Sepertinya Mul itu pingsan," kata warga yang melihat.

Mul kemudian dilarikan ke Puskesmas Blangkejeren untuk mendapat pertolongan medis usai menjalani hukuman cambuk. Dari celah bajunya terlihat ada luka merah memar bekas cambukan.

Sementara SS terlihat malu usai dicambuk, wajahnya tampak pucat usai menerima hukuman tujuh kali cambukan. []