Kasih ibu sepanjang masa, ada dan tidak ada ibu tetapi kasihnya akan selalu menyinari dunia ini.
Ibu adalah sosok wanita yang telah berjuang demi anaknya. Perjuangan ibu mungkin tidak akan ada batasnya, dimana seorang ibu telah berjuang sejak dirinya mengandung anaknya hingga melahirkan. Bahkan ketika melahirkan sang ibu rela mempertaruhkan nyawanya yang terpenting anak tercintanya bisa hidup di dunia ini. Ketika dihadapkan oleh sebuah pilihan pun seorang ibu pastinya akan memilih nyawa anaknya dibandingkan dengan nyawa dirinya sendiri.
Selain perjuangan dan kasih sayang seorang ibu, tentunya kita juga tidak akan terlepasa dari perjuangan dan kasih sayang dari sosok pria hebat yang selama ini selalu mendukung kita dari belakang, ya pria hebat tersebut adalah ayah.
Nah, lantas dibalik kasih sayang dari seorang ibu dan ayah tentunya kita juga tidak bisa lepas dari kasih sayang orang-orang terdekat yang ada disekitar kita seperti kakek dan nenek. Jika tidak ada ibu dan ayah, maka kakek dan neneklah orang yang akan menggantikan mereka. Kakek dan nenek adalah orang yang akan menyanyangi kita dengan tulus seperti halnya ibu dan ayah. Bahkan mungkin kasih sayang dari beliau akan lebih besar dibandingkan dengan ayah dan ibu kita.
Seperti cerita ini diawali ketika nenek renta pergi ke sebuah rumah makan untuk membeli bubur sebanyak 10 ribu mangkuk. Melihat nenek tua ini membeli bubur dengan jumlah sangat banyak pedagang bubur sempat terheran-heran. Namun, setelah ia mengetahui alasan dibalik itu semua akhirnya ia terpaksa menjualnya kepada nenek tua tersebut.
Nenek tua ini hanya hidup sebatang kara dengan sang cucu. Dengan susah payah ia membesarkan sang cucu yang amat sangat ia cintai. Namun, mungkin kebersamaannya bersama sang cucu tidak akan lama lagi, pasalnya nenek tangguh ini mengidap sebuah penyakit yang mungkin kapan saja akan merenggut nyawanya.
Nenek yang sangat menyayangi cucunya ini kemudian berpikir jika ia nanti telah tiada siapa yang akan mengurus cucunya, ia tidak tega jika cucunya tidak ada yang menjaga. Oleh sebab itu, nenek ini memiliki inisiatif tersendiri dimana ia meninggalkan sebuah rekaman yang berisikan nasihat-nasihat agar cucunya tersebut mampu hidup mandiri ketika dirinya sudah tiada.
Bahkan dari rekaman tersebut terdapat salah satu pesan kepada cucunya agar cucunya tersebut selalu makan bubur yang telah ia beli agar cucunya itu tidak sakit.
Nah, sahabat waktu itu ada batasnya. Namun, kasih ibu dan orang-orang yang menyayangi kita seperti nenek tidak akan ada batasnya. Yuk share untuk berbagi bersama orang terdekat. [ketahui.com]