
Awalnya seorang pasien wanita datang memeriksakan diri dengan kondisi meringis kesakitan di bagian perutnya. Dilansir dari tribunnews.com, wanita yang memiliki nama Wei (48) awalnya diagnosis mengalami batu empedu setelah menjalani pemeriksaan. Dokter lantas memutuskan untuk melakukan tindakan operasi kandung empedunya di bagian salurannya.
“Pada saat itu, kami menduga infeksi parasit, lalu mengambil sampel empedu untuk pengujian laboratorium, dan mempertahankan spesimen cacing hitam,” kata dokter.
Cacing ini dapat menyebabkan penyakit klonorkiasis, diare, perut tidak nyaman, hepatomegali dan gejala lainnya. Orang-orang terinfeksi karena sering mengkonsumsi udang, siput atau ikan air tawar yang mengandung metaserkaria yang tidak dimasak sampai matang. Dokter mengatakan, sejumlah kecil penderita yang terinfeksi secara berulang akhirnya akan berkembang menjadi sirosis.
Sementara Anak-anak dengan infeksi parah, akan mengalami gangguan pertumbuhan dan kekurangan gizi. Bagi penderita klonorkiasis yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, atau terinfeksi berulang secara berturut-turut akan mengalami gejala menggigil, demam, diare dan gejala lainnya secara tiba-tiba.
Hampir 70 jenis produk air kemungkinan mengandung metaserkaria, parasit larva cacing hati terdapat pada ikan air tawar dan siput air tawar, ikan mas hitam, ikan karper rumput. Ikan mas perak, ikan mas, ikan mas hias yang sering dikonsumsi ini rata-rata mengandung metaserkaria (larva infektif cacing hati).