Sehingga seketika itu juga lelaki itu menghentikan langkahnya. Ia pun memandang disekitar. Namun ia tidak menemukan siapapun, kecuali bentangan padang pasir yang mahaluas.
Dan ia pun berkata kepada dirinya sendiri, "Ya Ilahi, disini tidak ada orang selain diriku. Apakah suara itu benar-benar datang dari atas sana, dari arah mendung itu? atau aku sedang berkhayal yang bukan-bukan?"
Dan sekali lagi lelaki itu mendengar suara yang sama untuk ketiga kalinya, "Siramilah kebun Saleh."
Lalu air yang turun ke bumi itu bertemu dalam satu aliran. Dan lama kelamaan aliran itu membesar hingga menjadi selokan yang mengalir deras. Dan selanjutnya air itu mengalir menuju ke suatu tempat. Sehingga lelaki itu mengikuti jalannya air. Ia ingin tahu kemana air itu hendak pergi.
Dan ternyata air itu berhenti dan menggenangi kebun seorang petani. Lalu petani itu mengatur air yang datang untuk menyirami tanaman yang ada dikebunnya secara merata.
Dan lelaki itu mendekati petani yang berpakaian sederhana itu. Ia menanyakan namanya. Dan si petani pun menjawab. "Nama saya Saleh."
Betapa terkejutnya lelaki itu, karena nama itu sama dengan yang disebut oleh suara dari langit tadi. Lalu si petani itu bertanya, "Mengapa engkau menanyakan namaku ?"
Maka lelaki itu menceritakan kejadian yang dialaminya tadi. Usai bercerita, lelaki itu bertanya kembali kepada si petani, "Tolong katakanlah kepadaku wahai petani yang baik, apa yang kau perbuat dengan kebunmu ?"
Maka petani yang bernama Saleh itu pun menjawab, "Adapun jika benar apa yang kamu ucapkan, sesungguhnya saya selalu memperhatikan dari setiap panen yang keluar dari kebunku ini. Setelah aku menjual hasil kebunku dan mendapatkan uang, maka uang itu sepertiganya aku sedekahkan kepada fakir miskin. Aku dan keluargaku makan sepertiga, dan yang sepertiga lagi untuk biaya perawatan kebun."
Setelah mendengar penuturan petani itu, maka lelaki itu berkata, "Sekarang aku baru tahu, mengapa suara yang datang dari balik mendung itu berkata, "Siramilah kebun Saleh." Wahai petani yang baik, Allah SWT telah memberkahi bumimu, kebunmu, tanamannu dan rezekimu."
(Hadits ini shahih, diriwayatkan Muslim dan Ahmad)
Sumber tulisan disalin dari buku Ketika Cinta Berbuah Surga oleh Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), Penerbit MQS Publishing.
